Spread the love

UPDATE : Entri ini antara posting terawal blog ini. Hari ini (Jumaat, 04 Ogos 2017) aku berkesempatan untuk update dan merasa sangat teruja. Rindu masa yang telah berlalu. Untung saja, aku sempat menukilkannya di sini buat kenangan. Mungkin juga hari ini aku bisa menulisnya lagi melalui cebisan . memori tetapi intipati rasa itu pasti tidak sama.

2004  KL~ Jakarta ~ Bogor ~ Puncak ~ Bandung ~ Jakarta ~ KL

Pertama kali saya memijak bumi Jakarta pada Jun 2004. Maaf exact date nya saya sudah lupa. Trip kali in ber-empat juga. Cewek semua juga cuma ada pertukaran watak. Kami mengambil pakej dari Tabung Haji Travel Agency.

 

Faye Me Corina dan Norliah
Vogue Gojes Mabeles semuanya. Btw ~ petak merah di atas meja itu adalah ubat darah tinggi Ms Norliah…hehehehehe.
Kata Faye, Puncak tidak lagi sesejuk dulu. Iya… mungkin ya? saya tidak tahu. Saya cuma mengenal Puncak ini melalui pembacaan lewat novel-novel cinta karya penulis Indonesia yang sering saya baca di kala dara sunti dulu dan melalui cerita bioskop lakunan Rano Karno, Herman Felani, Lydia Kandou dan lainnya. Dari info itu katanya memang sangat dingin. Tapi pastilah kerana dulu hutan-hutan masih dilestari. Sedangkan di tahun ini tembok batu telah banyak menggantikan pepohon hijau.
Oya, balik lagi ke awalnya. Setiba di bandara Soekarno Hatta, kami disambut oleh wakil agency cum driver kami sepanjang tour ini. Orangnya tinggi berbadan sederhana. Lembut tutur katanya. Nama nya Kukun asal dari Cianjur. Sempat saya bertanya kalau dia muslim. Katanya “iya mbak”.
Seperkara yang dapat saya lihat, orang-orang Indonesia ini memang ummmmph kata dan laras bahasanya. Dan pintar berkata-kata. Salute!
Dalam pada kami bercerita-cerita (pelbagai topik) terselit juga lelucon “kalau si Lucy ada……” wink wink wink…. pastilah lebih meriah hehehehe.
Tempat pertama dituju sebagai parawisata adalah Ancol. Ancol pada masa itu masih sepi tidak seperti sekarang. Bangunan-bangunan baru sedang dalam pembinaan. Terdapat banyak gerai-gerai kecil berjualan makanan. Kami singgah makan bakso dan melihat-lihat galeri lukisan yang terdapat di situ.
Jayne dan Mantan Presiden Sukarno
Sempat foto-foto. Hmmm…handsome rupanya Sukarno ni.
Pada geng-gengku sorry ya, di kameraku tiada kamu. Hehehehehe. Masa tu hp belum canggih. Tiada kamera beb! Apa lagi twitter or facebook! (tidak banyak gambar ada pada saya dalam trip kali ini).
Lama juga kami duduk-duduk menikmati pantai Ancol yang terkenal tempat dating teruna dara itu. Kata Kukun, dulunya kalau malam minggu ada wayang diputar dan ramailah penontonnya. Ada yang lucu dan censored dalam cerita ini so saya “padam”.
Selepas Ancol kami dibawa ke Hotel. Lupa nama hotel itu. Dipinggir-pinggir kota kali yaaa…Hotel liased dengan tabung haji teramatlah strictnya. No room to room direct call! (mencegah maksiat kali ya).
Keesokan hari, kami minta Kukun bawa kami ke Toko Danar Hadi ~ usaha batik terkenal di sini. Look see look see and buy. Saya masih ingat saya banyak beli cushion cover, dining table cover, batik’s table mat dan robe batik. Ada sampai sekarang. Warnanya hijau. Faye beli bahan kebaya sulam. Body time itu fit gilaaaaa.
Selesai beli kami belah lah…hehehehe….sesuaikan? Next stop ke Taman Mini Indonesia. Saat ini Kukun sudah mulai “warm-up” pada kami. Dia mulai banyak bercerita malah sempat jualan kain pada kami. Di sini kami tahu kalau dia asalnya dari Cianjur. Sekampung dengan Inul Darawista. Dan merasa sangat terkilan dengan goyang Inul. Katanya bapa Inul itu imam. Pada masa itu memang ada usul dari kalangan alim ulama di sana agar Inul “digam” (istilah Malaysia) tapi pemerintah masa itu Pak Gusdur telah over rule. Secara sinis dia bilang “Memanglah dia mana nampak!”.
Mengganggap ini tepi kain dia, kami diam saja. Cuma ketawa jugalah..habis lucu donk! hehehehehehehe. Dia yang bilang ahhhh.

 

Gambar yang lain ntah di mana. Harus dicari lagi, Inshaallah kalau jumpa akan saya scan dan usahakan untuk diupload di ruangan ini untuk tatapan bersama.
Selesai melawat Taman Mini, kami meneruskan perjalanan ke Puncak melalui Bogor. Masa tu belum ada highway Jakarta – Bandung. Spanjang perjalanan, banyak cerita yang tak dapat kuungkapkan kini. Bukan sengaja tapi terlupa. Jika kuingat-ingat lagi luas topiknya dari segi agama, politik, selebriti dan makanan. Dan oya, ilmu spiritual. Btw, Kukun ini soleh orangnya.
O ya. Kembara di musim ini kurang acara makannya. Bukan seperti perjalanan kami mutakhir ini.
Kami tidur semalam di Puncak. Si Faye re-lived nostalgia lama. Tentulah indah bisa kembali ke satu tempat yang pernah dikunjungi di masa-masa lalu. Di bawah ini adalah gambar sikit. Itupun aku ja.
Jayne @Puncak
Before go out for dinner
Pagi esoknya bertolak ke Bandung. Dan Kami melewati Cianjur.
Jayne sedang membelek jualan di gerai di Jalan Cianjur
Best. Sepanjang jalan ada saja gerai-gerai seperti ini. Banyak kraftangan yang unik, comel dan cantik tapi susah di bawah balik. Gambar atas sedang lihat-lihat cili super-size. Di sini jual makanan pun ada. Si Norli beli tapai ubi untuk dibuat es teler. Hehehehehehe.
to be continued..sabar ya.

3 Comments

  • Arty

    31/10/2012 - 8:17 pm

    Untuk Faye dab Cory, kalau masih simpan foto2 lama pls mms or tag or inbox me…

    • Faye Cyntha

      01/11/2012 - 6:48 am

      Ada tu sikit gambar2 sama aku…nnt I pass to u…ndak sabar aku tgu tu kisah mengurat doktor hahahaha!!

  • Arty

    31/10/2012 - 8:22 pm

    Nantikan sambungan bagaimana pesakit mengurat doktor hahahahaha

Leave a Reply