Spread the love

Revisiting Jakarta Again Amidst The Euphoria of A Misprint Flag. Is it appropriate to used as a title? Kenapa tidak? rasanya kita semua di sini sudah dewasa dan bisa berfikiran matang. Kebetulan tika ini, bermula tanggal 19 – 30 Ogos, seluruh atlit terbaik South East Asia berkampung di Kuala Lumpur sempena Sukan Sea ke-29 (KL2017), iaitu temasya sukan dwi tahunan yang dihostkan oleh Malaysia. Yang menjadi keributan bukan sahaja gemilangnya upacara pembukaannya tetapi juga “Kesipuan” Malaysia gara-gara tersalah cetak kedudukan Bendera Indonesia di buku cenderahati yang membuat amarah rakyatnya.

Bagi saya peribadi, perkara sebegini seharusnya tidak berlaku. Bendara adalah lambang sovereignty sesebuah negara yang merdeka. Apa lagi, Indonesian memang terkenal dengan semangat nasionalis yang yang tegar. Justeru itu, ketelitian seharusnya dititikberatkan dalam semua peringkat. Tidak boleh sambil lewa. Akhirnya yang malu negara Malaysia pada hal yang silapnya proof reader! Pohon maaf yang dipinta, meski pun disambut secara gentlemen/women  oleh rakyat Indonesia, namun gurisan nya pasti tetap membekas. Namun tindakbalas yang keterlaluan juga seharusnya tidak dilakukan demi menjaga pekerti bangsa yang mulia.

Apakan daya ia sudah terjadi. Selanjutnya, biarlah insiden ini menjadi pengajaran, agar keharmonian bangsa dan agama serumpun terus lestari dan mewangi.  Jangan tanam bibit-bibit kebencian, kelak ia akan tumbuh menyubur sehingga tertutup mata hati kita.

Syukur saja, dalam banyak hal kita ini banyak titik persamaan dan jauh di sudut hati, kita yakin dengan hakikat bahawa jalinan kasih bangsa kita ini memang utuh, umpama rambut tersimpul mati. Bertelingkah seperti adik-beradik namun akhirnya berbaik juga. Kita ini bersaudara!

Jakarta 2017 ~ I’m Looking For Change  |  Apa yang berbeda Tentang Mu?

Kali terakhir aku ke Jakarta sekitar tahun 2012. Mengapa seringkali? Antaranya kerana di sini terkenal sebagai pusat grosir. Dulunya, aku punya Toko pakaian. Lagipun negara Indonesia ini memang istimewa di hati ku. Ini dikeranakan, bila berada di sini, aku tu tidak merasakan perbedaan. Begitu kali ya rasanya orang kulit putih (seperti European) bila melancong ke negara kulit putih yang lain. Satu rupa yang sama.

Satu lagi yang ku kagumi dengan orang-orang Indonesia ini adalah kebijaksanaan mereka berkata-kata. Aku tu kagum banget. Tutur kata cukup teratur, lembut namun tegas dan sangat matang. Mana kala kami “Malaysian” bila bicara biasanya straight forward… kurang enak didengar tanpa bunga-bunga bahasa. Rasanya, skill ini aku harus perdalami (hahahaha…tetiba aku terbayang SEO ku… pasti dia ndak faham aku tulis apa…hahahaha).

SORRY SEO ~ I’m Writing In Malay

Kembara Ku Di Bumi Indonesia

Yang sering ku kunjungi tentu saja Tanah Jawa., namun belum habis diteroka. Belum ke Jogja, Malang, dan Semarang. Bali pula seperti rumah keduaku. Kemudian Surabaya dan Sumatera. Yang belum kujejaki adalah Nusa Tenggara dan Sulawesi.

Justeru itu, untuk kunjungan ku ke Jakarta kali ini, aku ingin melihat perubahan. Rindu sebenarnya. Paling tak terlupakan pastilah makanannya yang enak dan kesesakan lalu lintas yang menyesakkan.

Teringat putar-putar di Jalan Sebang area JL. KH WAHID HASYIM mencari makan di warung2 tepi jalan. Sedap woooo… Bukan warung tetap tau cuma di buka waktu sore. Ramai pegawai makan di situ. Harus antri untuk dapat tempat duduk.

Revisited Jakarta

Pertama Kali Jejaki Indonesia ~ Bali 2003—Ok… tbc

Revisting Jakarta Post 12 Hours Later. An update!

Suasana malam ini agak sepi. Meski di tengah ibu kota nampun hiruk-pikuk kenderaan yang biasanya menjadi rencam kota metropolitan tidak kedengaran. Oya… saat ini saya masih di Kuala Lumpur. Esok barulah saya berangkat ke Jakarta menaiki pesawat Malindo Air.

 

Revisiting Jakarta
Dalam Pesawat KK-KUL

Berapa Bajet Untuk Ke Jakarta | Indonesia?

Banyak faktor menentukannya namun yang paling utama:

  1. what is your travel lifestyle : Luxury? Medium? Budget?
  2. which part of Jakarta | Indonesia
  3. time or season : low season? high season? or peak season?
  4. your experience (know-how) as traveller
  5. do you want to shop?
  6. how many of you?

Jika anda  seorang dan travel secara bajet untuk makan sahaja RP100,000 rasanya cukup. Tapi jika hobi anda Jalan2Cari Makan (JJCM) tentulah tidak mencukupi. Untuk penginapan pula dari RP400K ke atas. Kalau hostel mungkin boleh dapat RP100K – RP300K semalam.

Revisiting Jakarta
Kadar Tukaran Semasa (26/8/2017) Rupiah –> Ringgit

Jakarta Accommodation

Kali ini saya memilih Ascot Jakarta kerana menyediakan kamar famili. Lebih jimat dari mengambil 2 kamar. Lagi pula lebih selesa dengan adanya kitchen dan ruang tamu.

 

Revisting Jakarta Ascot Bedroom

 

Revisting Jakarta
ASCOT Jakarta

Click Here To Claim

Grab Your $15 Gift

 Get US$15 If You Book Fom My Link Here

Pssst!!

City secret

Santa Modern Market

This traditional market has been making its name as one of the hippest places in Jakarta. The groundfloor is a traditional vegetable market, while the upper floor is full of modern cafés. My favourite is A Bunch of Caffeine Dealers (ABCD) which sells the finest imported and local coffee.

LocationOpen map

Jalan Cisanggiri II, South Jakarta, Indonesia
Open Monday-Sunday 10:00-22:00

….Okay for now…tbc again.

Leave a Reply